Cendrawasih Biru Di Ambang Kepunahan

Cendrawasih Biru Di Ambang Kepunahan

Gejluk Sanaji – Paradisaea rudolphi atau Cendrawasih Biru ialah sejenis burung cendrawasih memiliki ukuran tubuh yang sedang, dengan panjang kira-kira 30cm, dari genus Paradisaea. Daerah sebaran Cendrawasih Biru ada di hutan-hutan pegunungan Papua, biasanya dari ketinggian 1.400 mtr. sampai ketinggian 1.800 mtr. diatas permukaan laut.

gejluk sanaji

Daerah sebaran dari burung Cendrawasih Biru ada di hutan-hutan pegunungan.Perkembangbiakan Cendrawasih Biru ialah poligami spesies. Burung jantan menarik pasangan dengan ritual tarian yang menunjukkan bulu-bulu hiasannya. Tidak seperti burung cendrawasih Paradisaea yang lain, Cendrawasih Biru jantan lakukan tariannya tidak dalam kumpulan. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka menunjukkan bulu hiasannya seperti kipas biru sekalian berkicau dengan nada mirip dengungan rendah. Didekatnya ada seekor betina. Sesudah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina serta mulai mencari pasangan yang lainnya .

Cendrawasih serta bahaya kepunahannya, Cendrawasih tidak dapat dipisahkan dari Papua. Penduduk di daerah itu seringkali menggunakan bulu-bulu burung ini menjadi penghias. Entahlah itu baju atau dipakai waktu acara-acara yang bau kebiasaan. Hal ini pasti tempatkan Cendrawasih menjadi binatang buruan. Burung Cendrawasih jantan mempunyai kelebihan dibandingkan pasangannnya.

Dalam makna warna-warni bulunya memang lebih indah. Tidak ada burung yang dipandang melampaui keindahan dari warna-warni bulu Cenderawasih. Tempat mereka yang spesial dalam upacara adat daerah Papua serta sekelilingnya, jadi satu ironi yang memilukan buat kehadiran Cendrawasih. Belum juga pemakaian bulunya untuk topi sesuai tren yang biasa dipakai oleh wanita-wanita berdarah ningrat di Eropa. Semua berbuntut pada perburuan pada Cendrawasih semenjak berabad yang lalu. Mengakibatkan, berlangsung rusaknya habitat Cendrawasih serta penurunan jumlahnya dengan signifikan

Berdasar pada dari hilangnya habitat hutan yang selalu bersambung, dan populasi serta daerah di mana burung ini diketemukan begitu hanya terbatas, Cendrawasih Biru dievaluasikan menjadi rawan di IUCN Red List. Upaya-upaya untuk menangani kepunahanPerburuan burung Cendrawasih sebetulnya telah dilarang dipasaran berdasar pada surat ketetapan Menteri Kehutanan, akan tetapi sebab harga burung ini cukuplah mengundang selera hingga beberapa pemburu senapan angin seperti senapan angin gejluk sanaji selalu membuat perburuan liar.

Keindahannya lama sudah jadi target komoditas usaha yang mendunia, dari mulai pemburu lokal, pemerintah kolonial Belanda, sampai pebisnis baju di Eropa Amerika serta Kanada yang manfaatkan bulu burung itu. Populasi burung cendrawasih yang selalu alami penurunan memunculkan kemauan beberapa pihak untuk coba lakukan penangkaran. Salah satunya yang sukses lakukan penangkaran ialah Taman Burung serta Rimba Reptil Bali di Gianyar Bali pada burung cendrawasih. Gejluk Sanaji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *