Investasi Bidang Pelabuhan Memerlukan Dana Besar

Investasi Bidang Pelabuhan Memerlukan Dana Besar

Pernah dengar quote yang menyatakan bahwa investasi yang paling berharga adalah debt management? Memang terdengar sedikit aneh ya, kenapa pengelolaan hutang malah menjadi prioritas dalam investasi? Padahal hutang dan investasi adalah dua hal yang bertolak belakang tapi saling berkaitan. Investasi berada di posisi asset, sedangkan hutang ada di sisi liabilities pada neraca. Namun quote tersebut memang relatable banget dengan bisnis pelabuhan yang terkenal high capital spending but slow yielding.

Investasi di bidang pelabuhan membutuhkan modal yang sangat besar yang pada umumnya sebagian besar berasal dari hutang. Jika tidak bijak dalam mengelola hutang, maka sangat beresiko tinggi terjerumus dalam debt trap sehingga peningkatan imbal hasil atas investasi tidak sebanding dengan peningkatan rasio hutang perusahaan.

Pada umumnya perusahaan menerapkan strategi corporate financing (on-balance sheet financing) dimana pencarian sumber dana eksternal terpusat pada induk perusahaan dan tergantung pada feasibility study sehingga agak sulit untuk mengevaluasi investasi mana saja yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan cost of fund ataupun yang tidak memberikan imbal hasil sesuai yang diharapkan.

Dengan memperhatikan karakteristik bisnis pelabuhan, besarnya jumlah modal yang dibutuhkan untuk investasi, dan fleksibilitas dalam menentukan tarif, perusahaan dapat mempertimbangkan skema project financing sebagai salah satu alternatif strategi pendanaan dalam bisnis pelabuhan. Skema project financing dapat diterapkan pada proyek investasi yang membutuhkan modal yang sangat besar sehingga sulit untuk ditanggung oleh satu lembaga pembiayaan saja. Biasanya project financing termasuk highly leverage yang komposisi hutang untuk pembiayaan proyek investasi berkisar antara 65%80% dari nilai proyek.

Tenor yang dibutuhkan untuk pembiayaan proyek investasi pun termasuk jangka panjang yang dapat mencapai puluhan bahkan belasan tahun. Jika umumnya keputusan pendanaan bergantung pada feasibility study atau kelayakan atas suatu proyek investasi, maka pemberian fasilitas project financing tidak atas dasar kelayakan kredit maupun nilai asset. Pemberian fasilitas project financing bergantung pada kemampuan proyek tersebut dalam menghasilkan arus kas untuk melakukan repayment atau pembayaran kembali atas hutang tersebut.

Pada skema project financing, idealnya akan dibentuk suatu entitas bertujuan khusus atau special purpose vehicle (SPV) untuk mendesign, membangun, serta mengelola suatu proyek investasi. Arus kas yang dihasilkan oleh SPV ini harus cukup untuk membiayai kebutuhan operasional proyek dan melakukan pembiayaan kembali atas pokok hutang beserta bunganya. Skema ini cukup efektif diterapkan pada proyek investasi yang belum dimulai sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap imbal hasil atas investasi sesuai kelayakan SPV dalam menghasilkan arus kas. Selain itu, project financing juga bisa dikategorikan sebagai off-balance sheet financing karena keterlibatan sponsor sangat terbatas melainkan memanfaatkan perusahaan yang sengaja dibentuk untuk tujuan proyek tersebut.

Namun jika skema project financing akan diterapkan pada pertengahan proyek investasi, maka perlu dilakukan beberapa penyesuaian terkait entitas yang sudah terlibat, aspek legal dan operasional dari proyek yang sudah berjalan, perjanjian kredit sebelumnya dan pertimbangan lainnya. Terlepas dari kelebihan project financing terhadap pembiayaan investasi di bidang pelabuhan, skema ini memiliki biaya transaksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan corporate financing karena adanya risiko jangka panjang dan dokumentasi yang lebih rumit.

Walaupun demikian, skema project financing dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pendanaan bagi investasi di bidang pelabuhan mengingat adanya dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN serta tingginya barrier-to-entry pada sektor bisnis pelabuhan.

Mesin Genset Aset Yang Tidak Boleh Terlupakan

Pelabuhan setiap harinya pasti sangat sibuk dengan berbagai macam kegiatan. Tidak hanya sebagai tempat berlabuhnya kapal, namun pelabuhan juga sebagai pintu masuk import maupun ekspor barang melalui jalur laut. Dengan banyaknya kegiatan di pelabuhan, sudah sepantasnya terdapat genset silent berukuran besar sebagai sumber listrik kedua.

Harga genset perkins untuk pelabuhan di palembang terbilang tidak mahal bagi sektor BUMN, khususnya pelabuhan. Dengan tersedia beberapa mesin genset, kebutuhan listrik pada pelabuhan dapat terpenuhi sepanjang di perlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *