Self Parking System – Semakin Berkembang dan Pintar

Self Parking System – Semakin Berkembang dan Pintar

Lepas tangan dan biarkan mobil parkir dengan sendirinya. Teknologi parkir otomatis ini semakin dikembangkan oleh para produsen kendaraan di dunia. Parkir otomatis merupakan salah satu bagian dari teknologi autopilot untuk mobil. Para produsen mobil terkemuka yang ada di dunia, seperti Toyota, Lexus, Ford, Kia, Volvo, Audi, Volkswagen, dan BMW turut mengembangkan teknologi ini demi kenyamanan dan kemudahan pengemudi dalam melakukan parkir. Teknologi ini mulai ramai dibicarakan sekitar tahun 2003. Melalui Toyota Prius Hybrid generasi pertama, Toyota mengembangkan teknologi ini untuk sistem parkir mundur paralel.

Produsen lainnya, termasuk Ford juga melengkapi beberapa seri mobilnya dengan teknologi ini, terutama Ford Focus yang juga hadir di pasar Indonesia. Cara kerja parkir otomatis Teknologi yang juga dikenal dengan Intelligent Parking Assist System (IPAS) mengandalkan dua kamera belakang, servo motor untuk mengendalikan kemudi, sonar, sensor-sensor yang ada di bumper belakang dan depan, serta onboard micro computer yang ada pada control system sebuah mobil. Kombinasi perangkat tersebut akan membuat manuver mobil lebih halus dan dapat memantau berbagai rintangan yang ada di sekitarnya. Di awal perkembangannya, jenis parkir paralel yang menjadi fokus para produsen untuk memarkir mobil buatannya secara otomatis.

Baca Juga : Game Petualangan Offline

Namun, seiring dengan waktu dan semakin berkembangnya teknologi komputer mobil, parkir penuh (parkir berjajar) juga menjadi perhatian produsen mobil tersebut. Saat mobil mencari slot parkir paralel, sonar bekerja untuk mencari slot yang kosong. Prosesor di dalam mobil secara otomatis juga akan mengkalkulasi jarak dan kapasitas yang sesuai dengan ukuran mobil. Peringatan akan muncul di dalam dashboard saat sistem menemukan slot kosong. Dengan sebuah tombol atau menu di dashboard, pengemudi bisa mengaktifkan sistem IPAS dan dengan mengatur posisi transmisi pada keadaan mundur, ban akan berbelok 45 derajat dan secara perlahan akan bergerak mundur mengatur posisi parkir.

Sensor, sonar, dan kamera turut bekerja memantau rintangan yang ada di sekitar mobil. Sistem akan berhenti saat mobil sudah masuk ke dalam slot parkir. Untuk menyempurnakan posisi parkir agar lurus dengan mobil lainnya, pengemudi bisa melakukannya perlahan dengan cara manual. Versi awal, teknologi hanya mengandalkan sensor dan pengemudi hanya melihat grafis sederhana di dalam dashboardnya. Namun kini, sebuah tampilan animasi yang menggambarkan kondisi sebenarnya bisa tampil dalam dashboard mobil. Untuk Full Parking (parkir berjajar), pengembangannya baru dilakukan beberapa tahun belakangan ini.

Ford, salah satu produsen yang serius mengembangkan teknologi parkir ini bahakn telah menguji coba sistem parkir otomatis berjajar. Dalam video yang beredar luas di Internet, dengan menggunakan Ford Focus, Ford mampu memarkirkan kendaraannya secara berjajar, bahkan dalam ruang parkir yang sempit sekalipun. Pengemudi tidak harus menunggu sampai selesai karena sebelum mobil parkir, pengemudi bisa turun terlebih dahulu. Setelah mobil kosong, melalui sebuah tombol di remote, mobil akan parkir dengan sendirinya. Hal yang sama juga diterapkan oleh Audi, Mercedez Benz, Lexus, dan Volskwagen dengan seri Passat-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *