Sertifikasi Aman Untuk Pakaian Bayi

generasimaju.com – Belum lama ini, sebuah LSM lingkungan menemukan adanya kandungan bahan kimia berbahaya dalam produk pakaian dan sepatu anak. Untuk menjamin keamanan tersebut, sejak 17 Mei 2014 pemerintah memberlakukan secara wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) melalui Peraturan Menteri Perindustrian RI.

Menjawab hal ini, satu merek pakaian bayi yaitu Velvet Junior Health telah mendapatkan sertifkasi SNI ini dan telah lolos melalui tiga parameter utama yaitu, bebas dari kandungan AZO (rantai kimia yang bersifat karsinogenik) pada zat warna, kadar formadelhida, dan kadar logam terekstrasi pada pakaian. “Sertifkasi SNI 7617:2013 yang telah diperoleh membuktikan komitmen kami untuk mengedepankan kualitas.

Sertifkasi ini melengkapi perlindungan yang telah dimiliki sebelumnya, yaitu standardisasi Oeko-Tex Standard 100 kelas 1 sejak tahun 2009 dan menjadikan produk ini mendapatkan perlindungan ganda. Karena telah lolos tes uji ekstra-ketat untuk 100 parameter bahan kimia berbahaya yang ada dalam produk tekstil,” ungkap Danny Widodo, Direktur PT Evergreen Buana Jaya Makmur.

Dalam kesempatan itu turut hadir Ir. Ramon Bangun, M.B.A., Direktur Industri Tekstil dan Aneka, Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur. Ia mengatakan, setiap produsen maupun importir pakaian bayi yang produknya didistribusikan di wilayah Indonesia wajib hukumnya mencantumkan tanda SNI 7617:2013. Untuk mendapatkan sertifkasi tersebut harus mengajukan permohonan ke Lembaga Sertifkasi Produk (LSPro) yang telah terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan telah ditunjuk oleh menteri.

Program Klik Hati

Merck Group Indonesia, belum lama ini di Jakarta, kembali menggelar program Klik Hati Merck 2014. Presiden Direktur Merck Indonesia Martin Feulner mengatakan, program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dengan mengampanyekan aksi sosial melalui sosial media (sosmed). “Klik Hati Merck 2014 mendukung dan mengapresiasi individu atau organisasi yang bergiat di aksi sosial.

Berkaca dari kesuksesan Klik Hati Merck 2013, tahun ini kami meningkatkan dana dukungan dengan total Rp75 juta. Kami berharap, dana dukungan ini dapat digunakan untuk mengembangkan program-program serta menjaga agar aksi sosial tersebut berkelanjutan, seperti @nebengers yang mengalokasikan dana dukungan untuk mengembangkan aplikasi mereka pada smartphone,” demikian kata Feulner.”

Pada kesempatan sama, Ernest Prakasa, Duta Klik Hati Merck mengatakan, lewat Klik Hati Merck, dirinya ingin mengajak generasi muda memanfaatkan internet untuk aksi sosial yang lebih positif. Sehubungan dengan hal ini, Klik Hati Merck telah memberikan pelatihan online kepada 30 fnalis Klik Hati Merck di bawah bimbingan 3 mentor sosmed yakni pemilik akun @Idberkebun, @fksimini, dan @justsilly, founder @ BloodforLifeID.

Klik Hati Merck 2014 juga menyelenggarakan social movement workshop di 3 universitas, yakni Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Persada Indonesia YAI. Di tempat-tempat ini, Merck Indonesia akan menjelaskan cara memulai, mengembangkan, dan mengelola aksi sosial melalui sosmed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *