Cara Pembuatan Kompos Organik

Hallo sob! Pada kesempatan kali ini saya akan membuat artikel mengenai cara pembuatan kompos organik berikut ini adalah artikelnya selamat membaca!

5 Langkah Membuat Kompos dari Sampah Organik

Kalau bisa dimanfaatkan, sampah organik dari rumah bisa menghasilkan nilai tersendiri, misalnya kompos. Namun, seringkali alasannya adalah malas dan tidak tahu bagaimana cara bertahan. Padahal, membuat kompos dari sampah organik tidaklah sulit.

Rumah kita sendiri adalah salah satu penghasil sampah terbesar. Sayangnya, sebagian besar sampah ini hanya dialihkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal, kita bisa dengan mudah mengubah sampah organik dari dapur atau kebun menjadi kompos, yang akan menyuburkan tanah.

Potongan batang sayuran, kulit buah, daun pisang pembungkus tempe, kulit bawang merah, cangkang telur, dll merupakan sampah organik yang sering kita “produksi”. Residu ini sebenarnya merupakan bahan yang berharga untuk dijadikan bahan baku pembuatan kompos.

Masalah lain muncul

Sayangnya, sebagian besar dari kita mungkin masih membuang sampah organik ke TPA. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan sekitar 60 persen sampah di TPA merupakan sampah organik. Ini akan menimbulkan masalah lain.

Di TPA, karena menumpuk sampah lain dalam jumlah besar, sampah organik akan terurai dengan proses tanpa oksigen (anaerobik), yang akan menghasilkan gas metana yang berbahaya bagi bumi. Sebaliknya, kunci proses pengomposan adalah dekomposisi secara aerob atau dengan oksigen.

Cara membuat kompos

Bukan dibuang begitu saja, kami hanya mengelola sampah organik menjadi kompos. Kita bisa melakukan ini sendiri di rumah, lho! Inilah langkah-langkah yang harus kita kenali saat mulai membuat kompos.Pilih komposter

Komposter merupakan wadah untuk pengolahan kompos. Di tempat-tempat dengan lahan yang luas, sebenarnya pengomposan dapat dilakukan pada lubang sedalam 50–100 sentimeter yang digali di dalam tanah. Namun, ini mungkin tidak praktis bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Di lahan yang terbatas, kita bisa menggunakan komposter. Seperti prinsip pengomposan aerobik, wadah ini perlu dibuat berlubang atau berpori agar dapat menampung sirkulasi udara.

Ada beberapa jenis komposter yang bisa kita gunakan. Anda bisa menggunakan keranjang takakura yang berlubang di permukaannya kemudian menutupinya dengan karton di bagian dalamnya. Wadah tembikar juga merupakan komposter yang baik karena permukaannya yang berpori dan dapat memberikan sirkulasi yang baik.

Komposter juga bisa berupa drum atau ember yang kita buat lubang di dasarnya. Ember / drum ini kemudian diletakkan di atas alas tertentu agar lubang di bagian bawah tidak tertutup tanah atau lantai.

Kini, toko online juga menjual komposter dengan filter khusus yang dapat memisahkan kompos padat (yang terlihat seperti tanah) dari kompos cair. Biasanya ini adalah tong atau ember dengan keran di bagian bawah untuk memanen kompos cair. Ini juga merupakan pilihan praktis bagi penduduk perkotaan.Siapkan tempat sampah hijau dan tempat sampah coklat

Perhatikan prinsip dasar ini saat membuat kompos. Kami membutuhkan empat jenis bahan, yaitu karbon (limbah coklat), nitrogen (limbah hijau), air, dan oksigen. Limbah coklat dan limbah hijau adalah istilah yang mengacu pada kandungan unsur limbah; kita tidak bisa menentukannya hanya dengan melihat warnanya.

Contoh limbah coklat adalah daun atau rumput kering, serbuk gergaji, sekam padi, serutan kayu, tangkai daun, atau sekam jagung. Secara umum limbah coklat memiliki sifat fisik yang kering, kasar, berserat, dan sebagian besar berwarna coklat.

Sedangkan limbah hijau seperti sayur mayur, buah-buahan, teh, kopi, rumput segar, cangkang telur, pupuk kandang, atau kotoran ternak (bukan kotoran anjing / kucing). Agar lebih mudah diingat, sampah hijau merupakan bahan yang masih banyak mengandung air. Agar lebih mudah terurai, sebaiknya potong sampah hijau terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam komposter.

Perlu diperhatikan, tidak semua sampah organik bisa dimasukkan ke dalam komposter karena akan menghambat atau merugikan proses penguraian di dalam komposter. Anda tidak boleh memasukkan daging, tulang, minyak, lemak, susu, atau keju. Hal ini akan menghalangi reaksi pemecahan dalam pengomposan dan menarik hewan seperti lalat yang menyebabkan munculnya belatung dalam proses pengomposan. Selain itu, jangan memasukkan kotoran anjing atau kucing ke dalam komposter, karena dapat membawa penyakit.Campur bahan dan tambahkan aktivator

Perbandingan ideal sampah coklat dengan sampah hijau adalah 2: 1. Bila bahan sudah siap, campur dan masukkan ke dalam komposter. Kita juga membutuhkan bantuan aktivator atau pengurai yaitu mikroorganisme hidup.

Oleh karena itu, sebagai aktivator Anda juga bisa menambahkan campuran kompos dan tanah siap pakai, pupuk kandang, atau Effective Microorganism 4 (EM4). Untuk pengomposan yang baru pertama kali, EM4 ini tersedia di toko-toko pertanian atau bisa dibeli secara online.

Setelah aktivator ditambahkan, tuangkan atau semprotkan air gula atau air beras ke atas campuran. Ini akan menjadi makanan bagi mikroorganisme, yang akan mempercepat pertumbuhan mikroorganisme serta proses pengomposan. Perlu diingat, kelembapan yang disarankan adalah 30 persen. Mengujinya di tangan Anda, campuran kompos Anda idealnya akan terasa seperti spons yang diremas. Setelah kelembapannya sesuai, tutupi komposter Anda.Aduk seminggu sekali

Setelah satu minggu, buka kembali komposter dan aduk bahan di dalamnya. Kemudian tutup kembali, dan ulangi pengadukan setiap minggu. Pada minggu pertama dan kedua, mikroba mulai bekerja mengurai limbah. Pada tahap ini suhu sampah biasanya akan naik menjadi sekitar 40 derajat Celcius. Ulangi pengadukan hingga 6 minggu.Panen dan saring

Setelah 6 minggu, waktunya panen. Kompos dikatakan habis bila warnanya sudah hitam dan tidak ada lagi bau sampah. Aroma dan tekstur kompos lebih terasa seperti tanah. Suhu kompos kurang lebih 30 derajat Celcius. Jika kompos sudah jadi, pisahkan bagian yang kasar dan halus dengan saringan. Ambil bagian yang mulus. Kompos kasar dapat dicampurkan kembali ke dalam bak pengomposan sebagai aktivator.

Nah itu dia sob sedikit penjelasan mengenai cara pembuatan kompos organik semoga artikel yang saya buat bermanfaat buat kalian sekian terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *