Profil Artis Gisella Anastasia Jebolan Ajang Indonesian Idol

Profil Artis Gisella Anastasia Jebolan Ajang Indonesian Idol

Ibunda dari Gempita Noura Marten, gadis imut bermata bulat ini memiliki nama lengkap Gisella Anastasia Suryanto. Lahir di Surabaya, 8 November 1990, Giselle merupakan ibu muda yang tak hanya cantik tapi juga berbakat dengan memiliki banyak prestasi di dunia hiburan.

Giselle dikenal semenjak mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol di tahun 2008. Meski ia hanya mampu pulang dengan gelar runner up , tapi ia mampu membuktikan kesuksesannya masih awet sampai dengan sekarang. Berbeda dengan sang juara satu Aris Runtuwente yang sempat jatuh miskin hingga kini mendekam di penjara karena kasus narkoba.

Selain mengeluarkan beberapa single seperti, “Seluruh Nafas Ini ft Last Child” di tahun 2011, “Pencuri Hati” di tahun 2012, dan “Cara Melupakanmu” di tahun 2016 yang mana semuanya semakin mendongkrak namanya di dunia hiburan bukan karena settingan seperti kebanyakan artis, tapi dengan prestasi yang dimilikinya.

Mencoba untuk keluar dari zona nyamannya di dunia tarik suara, Giselle juga bermain di beberapa judul film dengan membuktikan keahliannya di bidang akting. Beberapa film yang dibintanginya antara lain, “Cek Toko Sebelah” di tahun 2016, “Susah Sinyal” di tahun 2017, “Flight 555” di tahun 2018, “The Secret: Suster Ngesot Urban Legend”, dan “Laundry Show” di tahun 2019 ini.

Giselle pun dipercayai untuk bermain di sinetron “3 Semprul Mengejar Surga” di tahun 2016 dan “Di Sebelah Ada Surga” di tahun 2018 yang juga sukses membawa citra namanya di dunia hiburan. Tak lupa, Giselle juga menerima tawaran untuk bermain di FTV bertajuk “Cinta Bersemi Demi Harta Warisan”, “Jadikan Aku Pacarmu”, “Cinta Tak Selancar Berselancar”, “FTV Malu Malu Mau”, “My Gebetan Wedding”, “My Gebetan Wedding 2”, “Mantanku Mirip Gisel”, “Keren Keren Mellow”, dan “Cicilan Cinta Tukang Kredit”.

Meski sebelumnya Giselle bercita-cita sebagai dokter gigi dan ingin berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi, tapi Giselle akhirnya lebih memilih untuk memilih kuliah di jurusan sosial. Selain menerima tawaran di luar bernyanyi, seperti bermain film, sinetron, dan juga FTV, Giselle pun menerima tawaran job sebagai MC wedding dan juga endorsement seperti kebanyakan artis dan selebgram yang terkadang juga bersama dengan sang putri tercinta, Gempita Noura Marten.

Artis yang sempat masuk ke nominasi “Pemeran Utama Wanita Terbaik di Indonesia Box Office Movide Awards 2017” dan menjadi pemenang sebagai “Pendatang Baru Terbaik di Indonesia Box Office Movie Award 2017” ini sempat menjalin hubungan dengan salah satu anggota Club Eighties, yaitu Desta. Namun, keduanya memilih untuk mengakhiri hubungan dan Giselle pun menikah dengan Gading Marten, serta Desta yang menikah dengan Natasha Rizky.

Ibu satu anak yang sempat menjadi sinden di acara Opera Van Java ini mengejutkan masyarakat dengan berita perceraiannya dengan sang mantan suami Gading Marten di awal tahun 2019. Banyak yang tak mengira bahwa pasangan yang dikenal sebagai pasangan romantis ini tiba-tiba memutuskan untuk menyudahi rumah tangga yang telah dibina dan memberikan mereka satu putri kecil nan cantik.

Meski banyak yang menyayangkan akan keputusan Gading dan juga Giselle, tapi keduanya sudah mantap untuk bercerai diawal tahun karena masalah percekcokkan yang tak kunjung usai. Keduanya pun resmi bercerai pada 23 Januari 2019 dengan sama-sama menyandang status single kembali.

Tak mudah untuk keduanya menjalani kebiasaan yang biasa dilakukan berdua, tapi akhirnya harus menjalankan kehidupan sendirian. Namun, tak berselang lama, Giselle pun sudah menggandeng seorang kekasih bernama Wijin, seorang pebasket yang juga merupakan mantan dari penyanyi Agnez Mo.

Hubungan yang awalnya selalu ditutup-tutupi ini akhirnya dibuka oleh keduanya di depan umum dengan harapan apa yang mereka jalankan akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Meski banyak yang menghujat Wijen dan Giselle terutama, tapi keduanya tidak mau ambil pusing dengan omongan nitizen yang tidak tahu apa-apa, dan lebih memilih untuk tetap menjalani hidup dengan hubungan mereka yang bahagia.

Sudah puas baca profil di atas, jika masih panasaran kamu bisa juga baca biografi gen halilintar.

Biografi Ismail Marzuki

Biografi Ismail Marzuki
Ismail Marzuki ialah seorang komponis besar kebangaan negara Indonesia yang mengecat sejarah kebebasan bangsa ini dengan lagu- lagunya yang patrotik. Ia bermunculan pada tahun 1914 di dusun Kwitang, Jakarta. Ayahnya ialah seorang empunya bengkel mobil yang begitu sukses. Namun Ismail memilih gaya hidup yang bertolak belakang dengan sang ayah. Jauh dari mesin dan oli, Ismail diberi anugerah dengan keahliannya memainnkan sebanyak alat musik dengan suara yang paling merdu. Tidak salah andai Ismail lebih tertarik ke dalam dunia musik. Talenta yang di milikinya sungguh ajaib. Pada umur 17 tahun, saat para remaja beda sibuk menggali identitasnya, Ismail telah memperlihatkan kemampuannya dengan mengarang lagu sendiri.

Dengan segala bakat yang dipunyai oleh Ismail, ia juga memberanikan diri guna bergabung dengan suatu orkes yang mempunyai nama “Lief Java”. Saat pendudukan Jepang, orkes ini berubah nama menjadi “Kirei na Jawa”. Ternyata keputusan Ismail tidaklah salah, orkes papan atas ini telah membawa kegemilangan untuknya. https://www.pro.co.id/ Di samping di Jawa, ia pun sering naik pentas tampil di negara Malaysia.

Demam kemerdekaan pun mempengaruhi Ismail. Masa- masa yang sarat heroik dan patriotisme tersebut menginspirasi Ismail guna meciptakan lagu- lagu dengan tema perjuangan. Seperti lagu Halo- halo Bandung, Kopral Jono, Gugur Bunga, Indonesia Tanah Pusaka, dan Sepasang Mata Bola. Lagu- lagu legendaris yang abadi sampai kini terus di lantunkan oleh segenap rakyat negeri ini untuk memperingati perjuangan mencungkil diri dari semua penjajah.

Mungkin memang telah takdir, Ismail medapatkan seorang itri yang pun berasal daru kalangan pemusik. Pada tahun 1941, Ismail menikahi Euis Zuraidah, seorang pemimpin orkes keroncong yang mempunyai nama “Hea An”.

Ismail paling totalitas dalam bermusik, dan jiwa patriotismenya tidak di ragukan lagi. Hingga pusat kesenian dan kebudayaan terbesar di Indonesia disebut Taman Ismail Marzuki (TIM). Musisi yang serba dapat dan sekaligus komponis ini yang kamu besar ini hingga meningal dunia di tahun 1958 telah membuat tidak tidak cukup dari 200 judul lagu dalam sekian banyak irama.

Sumber : https://www.infobiografi.com/