Program SEHATI Untuk Anak Indonesia

originals.id – Frisian Flag Indonesia, bekerja sama dengan Hypermart dan Palang Merah Indonesia (FF) mengadakan program SEHATI (Sekolah Sehat Indonesia). Program ini bertujuan membangun fasilitas UKS serta memberikan penyuluhan gizi, pelatihan, dan pengetahuan keselamatan (safety skills) bagi relawan Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan lainnya adalah pemenuhan sarana kebersihan di lingkungan sekolah, seperti tempat sampah, tempat cuci tangan, serta sanitasi.

Program SEHATI diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak didik untuk mendapatkan pemahaman mengenai pemenuhan gizi seimbang, penerapan budaya hidup sehat, peningkatan fasilitas UKS, dan penguatan ekstrakurikuler PMR. Target dana program ini sebesar Rp1, 2 miliar akan disumbangkan melalui PMI untuk disalurkan kepada lebih dari 25 ribu siswa dari 50 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di enam kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar dan Medan. Program ini akan berlangsung dari Mei hingga September 2014.

Pada 2 Juni 2014 dilakukan kick off program di SD Negeri Cengkareng Timur 18, Jakarta. Dalam kesempatan yang berbahagia tersebut, Sri Megawati, Human Resources & Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia mengatakan, Frisian Flag yang sudah berpengalaman selama 90 tahun di bidang gizi khususnya susu, hingga saat ini selalu menjaga komitmen dalam meningkatkan pemahaman mengenai gizi dan budaya hidup sehat. Untuk kali ini diwujudkan melalui program SEHATI. Hal ini disambut baik oleh PMI.

Menurut Budi Atmadi Adiputro, Sekretaris Jenderal PMI Pusat, program yang satu  ini mempunyai kelebihan, yaitu dapat mendidik dan membuat kebiasaan sehat bagi muridmurid, juga bagi warga sekitar. Corporate Communication Director Hypermart Danny Kojongian turut memberikan apresiasinya, “Kerja sama ini dapat terjadi karena adanya banyak sekali dukungan dari para konsumen kami yang telah berkontribusi melalui pembelian produk-produk Frisian Flag.

Hypermart merasa bangga karena telah menjadi salah satu bagian dari program ini. Kami sangat berharap penandatanganan prasasti kerja sama yang dilakukan pada hari ini mampu merefleksikan komitmen kami untuk terus memberikan kontribusi dalam membudayakan hidup sehat di lingkungan sekolah secara terus – menerus.”

Sertifikasi Aman Untuk Pakaian Bayi

generasimaju.com – Belum lama ini, sebuah LSM lingkungan menemukan adanya kandungan bahan kimia berbahaya dalam produk pakaian dan sepatu anak. Untuk menjamin keamanan tersebut, sejak 17 Mei 2014 pemerintah memberlakukan secara wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) melalui Peraturan Menteri Perindustrian RI.

Menjawab hal ini, satu merek pakaian bayi yaitu Velvet Junior Health telah mendapatkan sertifkasi SNI ini dan telah lolos melalui tiga parameter utama yaitu, bebas dari kandungan AZO (rantai kimia yang bersifat karsinogenik) pada zat warna, kadar formadelhida, dan kadar logam terekstrasi pada pakaian. “Sertifkasi SNI 7617:2013 yang telah diperoleh membuktikan komitmen kami untuk mengedepankan kualitas.

Sertifkasi ini melengkapi perlindungan yang telah dimiliki sebelumnya, yaitu standardisasi Oeko-Tex Standard 100 kelas 1 sejak tahun 2009 dan menjadikan produk ini mendapatkan perlindungan ganda. Karena telah lolos tes uji ekstra-ketat untuk 100 parameter bahan kimia berbahaya yang ada dalam produk tekstil,” ungkap Danny Widodo, Direktur PT Evergreen Buana Jaya Makmur.

Dalam kesempatan itu turut hadir Ir. Ramon Bangun, M.B.A., Direktur Industri Tekstil dan Aneka, Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur. Ia mengatakan, setiap produsen maupun importir pakaian bayi yang produknya didistribusikan di wilayah Indonesia wajib hukumnya mencantumkan tanda SNI 7617:2013. Untuk mendapatkan sertifkasi tersebut harus mengajukan permohonan ke Lembaga Sertifkasi Produk (LSPro) yang telah terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan telah ditunjuk oleh menteri.

Program Klik Hati

Merck Group Indonesia, belum lama ini di Jakarta, kembali menggelar program Klik Hati Merck 2014. Presiden Direktur Merck Indonesia Martin Feulner mengatakan, program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dengan mengampanyekan aksi sosial melalui sosial media (sosmed). “Klik Hati Merck 2014 mendukung dan mengapresiasi individu atau organisasi yang bergiat di aksi sosial.

Berkaca dari kesuksesan Klik Hati Merck 2013, tahun ini kami meningkatkan dana dukungan dengan total Rp75 juta. Kami berharap, dana dukungan ini dapat digunakan untuk mengembangkan program-program serta menjaga agar aksi sosial tersebut berkelanjutan, seperti @nebengers yang mengalokasikan dana dukungan untuk mengembangkan aplikasi mereka pada smartphone,” demikian kata Feulner.”

Pada kesempatan sama, Ernest Prakasa, Duta Klik Hati Merck mengatakan, lewat Klik Hati Merck, dirinya ingin mengajak generasi muda memanfaatkan internet untuk aksi sosial yang lebih positif. Sehubungan dengan hal ini, Klik Hati Merck telah memberikan pelatihan online kepada 30 fnalis Klik Hati Merck di bawah bimbingan 3 mentor sosmed yakni pemilik akun @Idberkebun, @fksimini, dan @justsilly, founder @ BloodforLifeID.

Klik Hati Merck 2014 juga menyelenggarakan social movement workshop di 3 universitas, yakni Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Persada Indonesia YAI. Di tempat-tempat ini, Merck Indonesia akan menjelaskan cara memulai, mengembangkan, dan mengelola aksi sosial melalui sosmed.

Buah Kegigihan Aurelius Bagian 2

sat-jakarta.com – Ia memiliki target demi meraih penghargaan perlombaan internasional untuk bidang selain matematika. Dari pengalaman kami, saya melihat semua anak mempunyai bakat dan ketertarikan masing-masing. Sebagai orang tua, kita harus jeli melihat kelebihan anak-anak kita, sehingga kita bisa mengarahkannya untuk menekuni bidang yang disukainya. Sebagai orangtua tentu kami bangga padanya. Harapan kami, Aurelius bisa selalu senang, konsisten, dan tetap tekun dalam mengejar impiannya. Kami juga berharap dia dapat menikmati bidang yang dia tekuni dan berguna bagi bangsa dan negara.”

“Saya senang atas prestasi yang telah saya raih, karena hal ini menunjukan hasil belajar saya ada hasilnya. Saya juga senang karena dapat bepergian ke berbagai tempat dan bertemu dengan banyak teman baru. Rencananya, saya akan memperbanyak prestasi dalam bidang ­ sika dan robotik, karena keduanya erat kaitannya dengan bidang matematika.

Saya akan mewujudkannya dengan banyak berlatih dan tekun belajar. Cita-cita saya menjadi arsitek yang dapat membangun bangunan masa depan untuk negara dan bangsa. Untuk itu saya akan lebih tekun mempelajari geometri ruang, ilmu ­ sika, dan desain. Dari pengalaman saya ingin teman-teman juga bisa berprestasi seperti saya.

Saya berusaha sedapat mungkin membantu teman-teman dalam belajar untuk yang membutuhkannya di sekolah. Saya juga sering kali mengajak teman untuk ikut serta dalam kegiatan yang saya lakukan, seperti mengikuti lomba dan kegiatan yang akan saya ikuti.”

Prestasi Tingkat Nasional Dan Internasional

1. Medali Emas bidang Matematika, OSN (Olimpiade Sains Nasional), Mei 2014 2. Trophy bergilir Presiden RI sebagai juara 1 lomba Matematika beregu OMITS (Olimpiade Matematika ITS), Februari 2014 3. Freeport Indonesia Silver Medal, ASMOPS (Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School), November 2013 4. Gold Award – 2013 SASMO (Singapore and Asean Schools Maths Olympiads for grade 4th Primary), April 2013 5. Silver Medal 2013 untuk Mathematics ICAS (International Competition and Assessments for Schools) untuk grade 5, 2013. 6. Medali Emas (Perfect Score) – 2012 Mathematics ICAS (International Competition and Assessments for Schools) untuk Grade 4, September 2012 7. Juara 1 – Lomba Matematika Beregu Mathprix 2013 di sekolah Global Mandiri Cibubur

Buah Kegigihan Aurelius

pascal-edu.com – Aurelius Bryan Yuwana adalah anak yang berprestasi. Penghargaan yang diperolehnya tidak hanya bertaraf nasional, namun juga internasional. Berikut cerita Ir. Wira Yuwana, MSEM (45) dan Shanty Dewi Djapa, ST (39), mengenai putra sulungnya ini. “Seperti anak lain sebayanya, Aurelius juga senang bercanda, bermain, bahkan suka jahil. Jadi, ya dia itu anak normal, sama seperti anak lainnya. Memang sih, di sekolah Aurelius cukup menonjol. Kalau mendapat tugas sering kali ia mengerjakannya dengan porsi ‘lebih’.

Ketika teman-temannya mengerjakan laporan sebanyak satu halaman, Aurelius akan mengerjakan tiga halaman. Saat diminta membuat presentasi tentang 6 presiden Amerika, dia menambahnya menjadi 25 presiden Amerika. Setiap kali mengerjakan tugas, Aurelius terlihat berkonsentrasi penuh dan mandiri. Jarang ia bertanya kepada orangtuanya. Dia pun banyak membantu adiknya mengerjakan tugas. Tidak ada cara spesial dalam mendidik Aurelius. Saya hanya menekankan komitmen.

Jika anak mau melakukan sesuatu, dia harus melakukannya sampai tuntas. Apa yang sudah dimulai harus bisa diselesaikan dengan baik. Itu saran saya pada Aurelius juga adiknya. Kami menekankan keberhasilan seseorang itu didapat bukan karena bakat saja, tapi lebih karena kegigihan dan ketekunan untuk meraih apa yang diinginkan. Kami berusaha mendidik mereka dengan metode sederhana, yaitu bermain. Waktu Aurelius 2 tahun, karena dia suka mobil, kami mengajarkan warna, angka, berhitung, sampai membaca dengan menggunakan mobil, seperti membaca merek mobil, mengingat jenis mobil, dan sebagainya.

“Bagi kami, anak membutuhkan keseimbangan untuk dapat menjadi pribadi yang berhasil. Kami mengingatkan Aurelius belajar itu bukan hanya melalui buku dan teori semata, tapi juga melalui pergaulan, aktivitas bersama, dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Kami pun memotivasi Aurelius untuk berani mencoba berbagai bidang dari matematika, IPA, musik, olahraga, bahasa, robotik, dan komputer.

Mungkin karena hal itu Aurelius mendapat kepercayaan dari sekolahnya, Sekolah Victory Plus, Bekasi-Jawa Barat, untuk mengikuti berbagai macam lomba. Karena ketekunan Aurelius dan dibantu dengan pengajaran khusus dari sekolah secara kontinu semenjak kelas 1 SD, Aurelius menjadi anak yang berprestasi. Meski sarat kegiatan, Aurelius enjoy saja menjalaninya. Ia selalu menunjukkan antusiasme demi mencapai prestasi yang lebih baik.